lagu

Sunday, May 31, 2015

mampukah aku bertahan....?

Tatkala aku mengatur harapan dalam senyumku...gerimis hujan meredupi tawaku... Apakah suratannya gerimis mengundang tiap kali ombak rindu menjengah jendela hati? Apakah petir akan selalu menyambar tatkala suria menerangi hariku? Aku hampir tak mampu untuk bertahan lagi di akhir perjalanan ini... menongkah gersang rindu dan menyongsong kasih dalam sepi...


Putera Leo
29 / 5 / 2015
4 : 29 pm



Wednesday, April 29, 2015

“MENGAPA ORANG BAIK SERING TERSAKITI?"

Kerana orang baik selalu mendahulukan orang lain. Dalam ruang kebahagiaannya, ia tak menyediakan untuk dirinya sendiri, kecuali hanya sedikit.

MENGAPA ORANG BAIK KERAP TERTIPU?
Kerana orang baik selalu memandang orang lain tulus seperti dirinya. Ia tak menyisakan sedikitpun prasangka bahwa orang yang ia pandang penyayang mampu mengkhianatinya.

MENGAPA ORANG BAIK SERINGKALI DINISTA?
Kerana orang baik tak pernah mahu membalas. Ia hanya menerima, meski bukan dia yang memulai perkara.

MENGAPA ORANG BAIK SERING MENITISKAN AIR MATA?
Kerana orang baik tak ingin membahagi kesedihannya. Ia terbiasa mengubati sendiri lukanya, dan percaya bahwa suatu masa Allah akan mengganti kesabarannya.

NAMUN ORANG BAIK TAK PERNAH MEMBENCI YANG MELUKAINYA.
Kerana orang baik selalu memandang bahwa di atas semua, Allah-lah hakikatnya. Jika Allah mengiringnya, bagaimana ia akan mendebat kehendak-NYA. Itu sebabnya orang baik tak memiliki dendam dalam kalbunya. Jika kau buka laci-laci dihatinya, akan kau temukan hanya Cinta yang dimilikinya.


*kata-kata di atas saya copy dari wall fb seorang sahabat saya.. ianya sungguh terkesan dihati saya...

p/s : Semoga Allah terus menjaga hati-hati kita untuk terus menjadi orang baik-baik... aamiin...



Monday, April 20, 2015

kenangan terindah...

Kenangan yang terindah tidak akan pernah terlihat oleh mata...hanya dapat dilihat oleh hati...apabila hati mula dapat melihat semua...saat itu hati akan merasakan apa yang tidak pernah dirasakan...


*KENANGAN itu adalah KAMU...

Tuesday, April 7, 2015

*Sepi Dan Terasing*

kenapa saat ini
aku rasakan begitu terasing?
sayu terbuai dalam tenang menyendiri

aku bangun mengintai jendela
redup cuaca memayung resah
aku pasrah mencari haluan

terasa ada rindu yang bertamu
terasa ada kasih yang mengusik
tapi nyatanya aku sendiri

siangku jadi sepi
tanpa kalimah terucap
membungkam di hati

aku menanti malam tiba
menanti pula sinar kejora
mengharap terangnya kelam
tapi kejora di awangan
jauh di pandang

mimpiku jadi pudar dan kelam
tiada warna indah
dalam lena terpaku
impianku tak sudah


Friday, December 19, 2014

untukmu sahabat...

Perjalanan ini terasa begitu pantas berlalu... Sesingkat usia perkenalan kita cukup untuk menjadikan keakraban satu tema yang selesa. Tak banyak persahabatan yang mampu menghulur keikhlasan... Aku hanyalah seorang sahabat di landasan kejujuran yang bertumpang ketawa dan resah, mengandar sekuntum senyuman yang tulus, aku adalah aku...

Menerima seadanya pasti lebih bermakna... tanpa persoalan, tanpa pertikaian... Masa silam adalah coretan yang terpahat dalam memoir hidupku... Dan perjalanan hari esok akan menjadi titipan hari ini. Sebuah harapan hanya bisa dibina dengan hati yang terbuka...

Aku sering melihat persahabatan yang dibayangi keegoan... Apakah kebendaan dan pangkat nilainya lebih tinggi dari tulusnya persahabatan? Syukurlah kerana dalam hidupku ini aku masih merasai kasih sayang dalam sebuah persahabatan... Kerana itulah aku amat menghargai setiap persahabatan yang dihulur... Kerana akulah lambang setianya persahabatan yang tulus... Insya-Allah...

*satu catitan dipetang yang dingin... dalam menanti senja merah bertamu...

- Putera Leo -
19/12/2014
6:45 pm


Thursday, December 18, 2014

antara ruang...waktu... dan kenangan...

Sepertinya hari-hari ini tiada pernah ada ruang dan waktu untukku... atau mungkinkah aku yang tak betah mencuri sedikit ruang dan waktu untuk diri ini? Atau mungkin jua aku terlalu asyik dengan ruang dan waktu hingga alpa untuk meluangkan sedikit untuk diri ini?

Berdiam diri… untuk seketika… mencari sebab dan tujuan… akan berakhir tahun ini dalam waktu yang sedikit…. mengapa masih diri dibelenggu rasa dan juga kesal pada semalam yang lalu?.

Seharusnya aku terus melangkah… Jauh dari pohon kenangan jauh dari segala memoir yang tercipta? Tapi betah kah aku bilamana ruangan memoir itu adalah sebahagian dari diri ini?

Pertelingkahan di antara kehendak dan logik minda… juga pada yang terlihat dan tiada terjangkau pada yang jauh tapi senantiasa dekat? Ahh persoalannya dimana aku berdiri kini…

Ruang atau waktu senantiasa relatif… sedari atau tidak ia kan terus alami perubahan… mungkinkah aku yang terikat dengan silam yang lalu bisa merasai angin perubahan itu atau teruskan berlindung di sebalik kepompong kepuraan? Cuba menipu diri hidup dalam semalam yang tiada wujud lagi?


* lebih mudah jika setiap persoalan punyai jawaban seperti mahuku…

- Putera Leo -
18/12/2014
9:51 pm

Friday, December 12, 2014

Rindu yang terpenjara...

Rindu yang terpenjara...
melamar resah dan gundah bersarang di dalam jiwa
sehinggakan sang bayu bisa merasakan kepedihannya
dan langit juga hampir menitiskan airmatanya
kerana meratapi kebisuan
yang akhirnya hanya berpenghujungkan luka...